Total Tayangan Halaman

Kamis, 28 April 2016

LOVE MUSICAL Extraordinary (Musikal 5)



Musikal 5



“ Kita mau ke mana, Tif?”

Tifa tidak mengindahkan pertanyaan Riani. Ia terus saja menyetir mobilnya sambil bersenandung. Riani menghela napas. Selain menyetir, Tifa hanya melakukan dua hal sejak mereka pergi. Pertama, memutar lagu “Hey, Gloria” milik Green Day berulang-ulang, atau ia akan bersenandung lagu tersebut jika ia mematikan pemutar musiknya.

“ Kamu gak bisa nyari lagu lain apa?” protes Riani.

Tifa tertawa cekikikan. Di akhir tawanya, ternyata mereka memasuki pintu gerbang sebuah sekolah. Riani sempat membaca papan nama sekolah yang bertuliskan “SMA Panji Semirang”. Entah kenapa nama sekolah itu mengingatkan ia pada seseorang.

“ Kita mau ngapain ke sini, Tif?” tanya Riani setelah Tifa memarkir mobilnya.

“ Ketemu dengan teman lama,” jawab Tifa sambil melepas sabuk pengamannya. “Yuk ah, turun.”

Riani hanya bisa mengekor. Tifa sepertinya hapal dengan sekolah ini. Ia tampak santai berjalan ke sana ke mari tanpa takut tersasar. Padahal sekolah ini lumayan besar. Hingga mereka tiba di salah satu ruangan yang bertuliskan “ Ruang Paduan Suara”. Ruangan itu tampak sepi, mungkin karena siswa-siswa masih mengikuti pelajaran di kelas. Tanpa basa-basi, Tifa langsung membuka pintu ruangan tersebut.

Hey Gloria~

Entah apa karena memang kebetulan atau Tifa memang sedang tergila-gila dengan lagu itu, tapi ada sesosok perempuan hadir di sana. Riani tahu persis siapa perempuan itu. Dia adalah salah satu teman lama mereka.

“ Panggil aku Asha!”

Asha Gloria….

“ Aiish, sama sajalah. Toh, masih namamu juga,” ujar Tifa sambil tertawa. “ Lama tak bertemu, sobat lama.”

Gloria tersenyum. Ia lalu menjabat tangan Tifa dan memeluknya. Keduanya sama-sama tertawa. Gloria pun beralih pada Riani, mereka berdua juga berpelukan.

“ Aku kangen sekali dengan kalian,” Gloria terlihat antusias.

“ Huuu, apa kabar aku yang bertahun-tahun di Amerika?” Tifa kembali tertawa. “Seperti nostalgia saja.”

“ Hmm, kamu membawa Riani ke sini pasti ada sesuatu,” ujar Gloria sambil bersedekap. “ Apa kamu punya rencana supaya kita bisa nostalgia dalam jangka waktu yang lama?”

“ Teman-teman lamaku ini selalu saja curiga terhadapku. Pertama Riani, lalu Hana, sekarang kamu juga, ahh…” Tifa menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Tapi kamu benar, Glo. Aku memang punya rencana spektakuler.”

Gloria hanya diam saja. Sementara Riani hanya tersenyum simpul.

“ Dan aku butuh kalian berdua.”


please comment and share



2 komentar: