Musikal
5
“
Kita mau ke mana, Tif?”
Tifa
tidak mengindahkan pertanyaan Riani. Ia terus saja menyetir mobilnya sambil
bersenandung. Riani menghela napas. Selain menyetir, Tifa hanya melakukan dua
hal sejak mereka pergi. Pertama, memutar lagu “Hey, Gloria” milik Green Day berulang-ulang, atau ia akan
bersenandung lagu tersebut jika ia mematikan pemutar musiknya.
“
Kamu gak bisa nyari lagu lain apa?” protes Riani.
Tifa
tertawa cekikikan. Di akhir tawanya, ternyata mereka memasuki pintu gerbang
sebuah sekolah. Riani sempat membaca papan nama sekolah yang bertuliskan “SMA Panji
Semirang”. Entah kenapa nama sekolah itu mengingatkan ia pada seseorang.
“
Kita mau ngapain ke sini, Tif?” tanya Riani setelah Tifa memarkir mobilnya.
“
Ketemu dengan teman lama,” jawab Tifa sambil melepas sabuk pengamannya. “Yuk
ah, turun.”
Riani
hanya bisa mengekor. Tifa sepertinya hapal dengan sekolah ini. Ia tampak santai
berjalan ke sana ke mari tanpa takut tersasar. Padahal sekolah ini lumayan
besar. Hingga mereka tiba di salah satu ruangan yang bertuliskan “ Ruang Paduan
Suara”. Ruangan itu tampak sepi, mungkin karena siswa-siswa masih mengikuti
pelajaran di kelas. Tanpa basa-basi, Tifa langsung membuka pintu ruangan
tersebut.
“
Hey Gloria~”
Entah
apa karena memang kebetulan atau Tifa memang sedang tergila-gila dengan lagu
itu, tapi ada sesosok perempuan hadir di sana. Riani tahu persis siapa
perempuan itu. Dia adalah salah satu teman lama mereka.
“
Panggil aku Asha!”
Asha Gloria….
“
Aiish, sama sajalah. Toh, masih
namamu juga,” ujar Tifa sambil tertawa. “ Lama tak bertemu, sobat lama.”
Gloria
tersenyum. Ia lalu menjabat tangan Tifa dan memeluknya. Keduanya sama-sama
tertawa. Gloria pun beralih pada Riani, mereka berdua juga berpelukan.
“
Aku kangen sekali dengan kalian,” Gloria terlihat antusias.
“
Huuu, apa kabar aku yang bertahun-tahun di Amerika?” Tifa kembali tertawa.
“Seperti nostalgia saja.”
“
Hmm, kamu membawa Riani ke sini pasti ada sesuatu,” ujar Gloria sambil
bersedekap. “ Apa kamu punya rencana supaya kita bisa nostalgia dalam jangka
waktu yang lama?”
“
Teman-teman lamaku ini selalu saja curiga terhadapku. Pertama Riani, lalu Hana,
sekarang kamu juga, ahh…” Tifa menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Tapi kamu
benar, Glo. Aku memang punya rencana spektakuler.”
Gloria
hanya diam saja. Sementara Riani hanya tersenyum simpul.
“
Dan aku butuh kalian berdua.”
please comment and share
Ditunggu postingan berikutnya kakak~~~ <3 <3
BalasHapussiip... makasih udah baca
BalasHapusbtw kita link baru yaah