Total Tayangan Halaman

Jumat, 05 Agustus 2016

LOVE MUSICAL Extraordinary (Musikal 64)



Musikal 64


Suasana kelas kembali ramai dengan kehadiran Ben, Kemal, dan Wenda yang sudah bangun dari absennya. Meski terlihat normal, tapi status Wenda dan Priyanka masih dikatakan perang dingin. Jangankan saling bicara, bila mata mereka saling bertemu cepat-cepat Wenda mengalihkan pandangannya. Wenda benar-benar memperlakukan gadis itu seperti penyakit menular. Dendam di hatinya masih terus membara.
Namun, masalah yang terjadi di antara dua gadis itu segera tertutupi dengan kabar dari Anjani yang sudah masuk 12 finalis tetap di ajang pencarian bakat menyanyi. Dimana-mana orang membicarakan namanya, bahkan tak sabar lagi untuk melihat penampilan Anjani di malam gala. Semua orang penasaran kejutan apa yang akan ia berikan nanti.
Saat semua nama Anjani disebut, perhatian orang-orang juga tertuju pada kembarannya, Andani. Namun, ketika ia ditanya-tanya perihal saudarinya, Andani hanya memjawab sekenanya. Ia bahkan seolah menghindari pertanyaan mengenai Anjani. Tentu saja itu menarik perhatian Ririn yang selalu bersamanya.
“ Aku perhatikan kamu kayak gak suka gitu kalau ditanya-tanya soal Anjani.”
Kedua sahabat ini sedang menghabiskan waktu istirahat di kantin. Bukannya menjawab, Andani justru melamun saat Ririn bertanya padanya. Ririn pun sampai melayangkan tangannya di hadapan gadis itu.
“ Hei, jangan buat aku seolah bicara dengan tembok dong.”
“ Itu karena aku tidak tahu harus menjawab apa,” Andani menopang dagu dengan malas. Tangannya reflesk mengaduk-aduk es teh yang sebenarnya tak perlu diaduk.
“ Memangnya ada apa lagi antara kamu dengan Anjani? Bukannya kamu pernah cerita kalau kamu dengan dia sudah baikkan?”
“ Aku tidak tahu dimana batas antara baikan dan marahan, Rin,” Andani terbatuk sebentar, lalu kembali bertopang dagu. “ Yang jelas aku sedih karena Anjani lebih dulu memberi kabar tentang dirinya dengan orang lain ketimbang aku yang saudarinya sendiri.”
Ririn tersentak, “ Eh, dia masih begitu?”
Andani mengangguk lemas, “ Aku pikir setelah kami baikan di bandara kemarin hubungan kami benar-benar membaik, tapi ternyata tidak. Rin, apa menurutmu Anjani itu benar-benar menganggap aku itu gak ada ya?”
Ya Tuhan….
Ririn hanya bisa mendesah berat. Kenapa Andani langsung berpikir pada hal-hal yang menyedihkan? Namun, ia juga tidak berani mengatakan sesuatu yang bersifat menghibur karena ia juga tak tahu apa isi hati Anjani.
Merasa tak ada tanggapan dari sahabatnya, Andani pun memutuskan untuk menghabiskan es tehnya yang masih separuh. Tiba-tiba saja Ririn menyergap tangannya, hingga membuat Andani tersedak.
“ Astaga, Rin, uhuk, uhuk. Kenapa sih?”
“ Kamu itu yang astaga. Kok minum es sih? ‘kan Miss Tifa sudah larang kita buat minum es. Ya ampuun, udah habis pula.”
Andani menepuk keningnya, “ Oh iya, kok aku bisa lupa ya? Aduuuh, Rin, jangan bilang-bilang Miss Tifa ya.”
Ririn memberengut, “ Mau bilang juga percuma. Barang buktinya sudah ada di perut kamu. Ya udah, jangan diulangi lagi.”
“ Hehehe, maaf deh. Aku beneran lupa,” Andani tertawa cengengesan seraya berdeham beberapa kali. “ Yuk ah, cabut. Kelamaan di sini buat aku mau pesan gelas kedua.”
ooOoo
Hari demi hari dilalui Anjani dengan latihan yang tiada henti. Tanpa terasa malam gala pertama tinggal hitungan jam. Jantungnya berdebar-debar menantikan gilirannya untuk beraksi di atas panggung. Sejuta dukungan sudah ia terima dari para sahabat sejak ia mengumumkan bahwa ia akan tampil malam ini.
Namun, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Anjani mencoba mengingat apa yang belum ia lakukan selama seminggu ini. Ia menata ulang memorinya, tapi masih saja ia tak bisa mengingat. Lamunannya terbuyar saat salah seorang kru memanggilnya.
“ Anjani, waktumu 30 detik lagi.”
‘ Lupakan, Anjani! Saat ini kamu harus fokus pada tiga menit terbaikmu nanti!’
Dalam sekejap fokus Anjani langsung tertuju hanya pada dirinya. Ia sudah bersiap dia atas panggung. Lampu sorot yang tadinya padam kini terarah padanya. Musik mulai mengalun. Anjani bergerak sesuai irama dan mengharmonisasikannya dengan para dancer.
I was a liar, I gave into the fire
I know I should’ve fought it
At least I’m being honest
Feel like a failure
‘cause I know that I failed you
I should’ve done you better
‘cause you don’t want a liar
And I know, and I know, and I know
She gives you everything but, boy,
I couldn’t give it to you
 And I know, and I know, and I know
That you got everything
But I got nothing here without you
Penonton bersorak saat Anjani menunjukkan goyangan pinggulnya yang cukup seksi. Lagu itu memang menceritakan seorang perempuan yang ingin kekasihnya kembali. Tak peduli meski lelaki itu sudah punya kekasih lagi, yang terpenting kekasihnya itu bisa terbangun di pelukannya.
Lagu itu memang berlirik sedih, tapi tidak dengan komposisi lagunya. Terdengar cukup nge-beat dan cocok dengan tarian Anjani saat ini.
So one last time
I need to be the one who takes you home
One more time
I promise after that, I’ll let you go
Baby, I don’t care if got her in your heart
 All really care is you wake up in my arms
 One last time
 I need to be the one who one takes you home
(“One Last Time” by Ariana Grande)
Dan Anjani berhasil menggebrak malam gala perdananya.

ooOoo
Janeee, tadi itu keren bangeeet!”
Suara Wenda begitu memekakkan telinga Anjani, bahkan ia harus menjauhkan headset dari telinganya. Wenda tak sendiri, bersama Ben dan Kemal, mereka menghubungi Anjani lewat video call selepas Anjani turun dari panggung. Anjani baru saja mengatakan halo, tapi ketiga sahabatnya langsung mencerocosnya dengan ribuan kata.
Waah, aku gak pernah berpikir kalau kamu bisa dance juga, Jane,” sahut Ben.
“ Iya dong. Percuma aja aku punya tiga kawan pintar menari, tapi aku sendiri gak bisa menari.”
Kamu belajar dengan baik, Jane,” ujar Wenda.
Andai kamu bukan Anjani yang aku kenal, pasti aku udah klepek-klepek lihat goyangan seksi kamu tadi,” ujar Kemal. “ Sayang, ternyata kamu Anjani.”
Kalau saja Anjani sedang berkumpul dengan mereka, ia pasti sudah menghadiahi Kemal sebuah pukulan di kepala laki-laki itu. Namun, untuk kali ini cukup Wenda saja yang mewakilinya. Anjani hanya bisa terkekeh melihat tingkah laku ketiga sahabatnya.
Oke deh, Jane. Good luck ya. Kita udah sms kamu sampai pulsa kita habis. Pokoknya kamu jangan pulaaang!” Wenda terkekeh. “ By the way, kita sekarang lagi nobar di rumah Kemal loh. Kamu semangat yaa!”
Anjani tersenyum, “ Siiip deh! Eh, kalian pulangnya hati-hati ya. Aku tutup duluan ya. Salam buat yang lain.”
Bye, Janeee!”
Anjani merasa lebih bersemangat setelah menyapa ketiga sahabatnya. Ben, Kemal, dan Wenda adalah tiga komposisi esensial yang selalu membuat hidupnya lebih bewarna. Mereka bertiga selalu ada kala ia senang dan sedih. Ia sedikit menyesal karena tak bisa bersama ketika ketiganya sedang menghadapi masalah kemarin. Namun, saat melihat mereka baik-baik saja, Anjani sangat bersyukur.
Gadis itu menegapkan badannya. Ia harus bekerja lebih keras lagi. Ia tak mau pulang sekarang karena ia telah berjanji untuk tidak mengecewakan siapa pun yang telah mendukungnya.
Ben, Kemal, dan Wenda adalah tiga komposisi esensial yang selalu membuat hidupnya lebih bewarna. Ya, hanya mereka. Sayang, Anjani melupakan satu nama yang seharusnya tak bisa lepas darinya.

Author's Note:
Sebenernya udah lama mau ganti cover, tapi kemarin-kemarin lagi krisis sinyal. Jadinya, cuma bisa sekadar posting. But now, udah diganti, hehehe...
Oh ya, di musikal yang sebelumnya ada adegan dimana Alexi, Hiro, dan Jiro cover lagu John Legend yang "All of Me". Kalau yang mau dengar gimana perpaduan antara keyboard, violin, dan cello di lagu itu bisa nonton di https://www.youtube.com/watch?v=X5F9zGfV4BA  Author terinspirasi dari nonton video itu. ^^
 Btw, beberapa hari yang lalu Hey Say Jump barusan rilis album yang bertajuk "DEAR" dengan lagu andalannya "Masquerade". Udah pada denger belom??? Kalau Author sih sekarang tiap pagi. Hahaha... Tapi lagu kesukaan Author yaitu duetnya Yamada Ryosuke dan Arioka Daiki yang judulnya "My Girl". Gilaaak... suaranya seksi banget :*
Eh, Author malah curhat! Ya udah deh, see you next week...

please comment and share 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar