Musikal 68
Malam gala kedua. Anjani sudah siap di belakang
panggung. Kali ini tampilan terlihat kasual, tidak seseksi kemarin. Sebuah
gitar akustik sudah tergantung di bahunya. Tampaknya ia tidak akan menunjukkan
aksi panggung yang super heboh seperti penampilan pertamanya.
Namanya ditunjuk
sebagai pembuka acara. Anjani dan gitar akustiknya sudah siap membuka acara.
Begitu lampu sorot mengarah padanya, Anjani langsung mendekatkan bibirnya pada
mikrofon.
“ Untuk saudariku,
Andani.”
Malam itu Anjani
benar-benar bermain akustik. Ia bernyanyi tanpa instrument lain selain gitarnya
sendiri.
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose undefined
While I recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that I was there
Back where I’d love to be
Dear God, the only thing I ask of you is
To hold her when I’m not around
When I’m much too far away
We all need the person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
Because I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again
Once again
(“Dear God”, by Avenged Sevenfold)
Anjani benar-benar
tampil berbeda malam ini. Hilang sudah kesan energik nan seksi. Untuk malam ini
Anjani menyuguhkan penampilan yang membuat hati terenyuh. Versi akustik yang
dibawakan gadis ini membuat semua penonton merasa galau. Tepuk tangan yang
meriah menutup penampilannya malam ini.
“ Kamu tahu makna
dari lagu ini?” tanya seorang komentator padanya.
Anjani mengangguk, “
Lagu ini bercerita tentang seorang laki-laki yang meminta pada Tuhan untuk
menjaga kekasih yang sudah ia tinggalkan.”
“ Lalu apa Andani itu
kekasihmu?”
“ Bukan, tapi saudara
saya,” Anjani menghela napas. “ Lagu ini mewakili perasaan saya yang sedih
karena tidak bisa berada di sisi saudari saya yang akan operasi nanti.”
“ Waaah, sedih
sekali. Kami semua turut prihatin. Sepertinya kamu benar-benar dekat dengan
saudarimu sampai-sampai kamu menyanyikan
lagu ini untuk dia.”
‘ Seharusnya begitu, tapi sayang aku pergi
meninggalkannya…’
Namun, Anjani tak
pernah menjawab demikian. Ia hanya menebar senyuman sebagai pengganti.
ooOoo
Andani merasa pipinya basah. Sejak awal Anjani
menyanyikan lagu itu ia tak kuasa menahan air matanya. Ia tak menyangka Anjani
akan membawakan lagu itu untuknya.
Gadis itu menatap
ponsel yang sedari tadi ada di genggaman. Ia ingin sekali menelepon atau
mengirim pesan pada saudarinya, tapi entah kenapa berat sekali menekan nomor saudarinya.
Andani pun akhirnya
mengabaikan ponselnya. Ia mematikan televisi dan merebahkan tubuhnya di atas
kasur. Tak perlu menonton sampai habis karena ia tahu saudarinya tidak akan
tereleminasi malam ini. Anjani terlalu hebat untuk dikeluarkan secepat itu.
Namun, ia yakin malam
ini ia akan bermimpi indah karena ia tahu saudarinya itu benar-benar
menyayanginya.
ooOoo
Hari demi hari berlalu. Tak terasa jadwal operasi
Andani semakin dekat. Gadis itu sudah menginap di rumah sakit. Ia tinggal
menunggu waktu yang ditentukan oleh pihak rumah sakit.
Berbagai dukungan
mengalir untuknya. Terutama dari sahabat terbaiknya, Ririn. Gadis itu saking
khawatirnya bahkan sampai menelepon hingga larut malam. Padahal Andani sudah
tidak boleh tidur terlalu malam. Untungnya kejadian itu tidak diketahui orang
tuanya.
Andani masih merasa
sehat. Ia bahkan masih bisa ditinggal orang tuanya untuk bekerja. Jadwal
operasi Andani adalah besok, oleh karena itu ia masih membiarkan orang tuanya
bekerja. Saat ini ia sendirian di kamar inapnya. Tak ada yang menemaninya. Ia
hanya berduaan saja dengan ponsel kesayangannya.
Pintu terdengar
dibuka. Andani beramsumsi itu adalah suster yang melakukan tugas rutin. Mungkin
suster itu akan menegurnya karena berbaring miring, tapi masa bodoh pikir Andani.
Berbaring telentang membuat lehernya pegal.
“ An…”
‘ Bukan suster, lalu siapa? Sepertinya
teman-teman terlalu cepat menjenguk’, batin Andani. Ia pun membalik
tubuhnya. Seketika itu juga ia napasnya tertahan. Ia tak percaya dengan apa
yang ia lihat.
“ Jane…?”
Author's Note:
Maaf telat posting. Authornya tepar semalam ^^
please comment and share
Tidak ada komentar:
Posting Komentar