Total Tayangan Halaman

Sabtu, 20 Agustus 2016

LOVE MUSICAL Extraordinary (Musikal 68)




Musikal 68

Malam gala kedua. Anjani sudah siap di belakang panggung. Kali ini tampilan terlihat kasual, tidak seseksi kemarin. Sebuah gitar akustik sudah tergantung di bahunya. Tampaknya ia tidak akan menunjukkan aksi panggung yang super heboh seperti penampilan pertamanya.
Namanya ditunjuk sebagai pembuka acara. Anjani dan gitar akustiknya sudah siap membuka acara. Begitu lampu sorot mengarah padanya, Anjani langsung mendekatkan bibirnya pada mikrofon.
“ Untuk saudariku, Andani.”
Malam itu Anjani benar-benar bermain akustik. Ia bernyanyi tanpa instrument lain selain gitarnya sendiri.
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose undefined
While I recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that I was there
Back where I’d love to be

Dear God, the only thing I ask of you is
To hold her when I’m not around
When I’m much too far away
We all need the person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
Because I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again
Once again
(“Dear God”, by Avenged Sevenfold)
Anjani benar-benar tampil berbeda malam ini. Hilang sudah kesan energik nan seksi. Untuk malam ini Anjani menyuguhkan penampilan yang membuat hati terenyuh. Versi akustik yang dibawakan gadis ini membuat semua penonton merasa galau. Tepuk tangan yang meriah menutup penampilannya malam ini.
“ Kamu tahu makna dari lagu ini?” tanya seorang komentator padanya.
Anjani mengangguk, “ Lagu ini bercerita tentang seorang laki-laki yang meminta pada Tuhan untuk menjaga kekasih yang sudah ia tinggalkan.”
“ Lalu apa Andani itu kekasihmu?”
“ Bukan, tapi saudara saya,” Anjani menghela napas. “ Lagu ini mewakili perasaan saya yang sedih karena tidak bisa berada di sisi saudari saya yang akan operasi nanti.”
“ Waaah, sedih sekali. Kami semua turut prihatin. Sepertinya kamu benar-benar dekat dengan saudarimu  sampai-sampai kamu menyanyikan lagu ini untuk dia.”
‘ Seharusnya begitu, tapi sayang aku pergi meninggalkannya…’
Namun, Anjani tak pernah menjawab demikian. Ia hanya menebar senyuman sebagai pengganti.
ooOoo
Andani merasa pipinya basah. Sejak awal Anjani menyanyikan lagu itu ia tak kuasa menahan air matanya. Ia tak menyangka Anjani akan membawakan lagu itu untuknya.
Gadis itu menatap ponsel yang sedari tadi ada di genggaman. Ia ingin sekali menelepon atau mengirim pesan pada saudarinya, tapi entah kenapa berat sekali menekan nomor saudarinya.
Andani pun akhirnya mengabaikan ponselnya. Ia mematikan televisi dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tak perlu menonton sampai habis karena ia tahu saudarinya tidak akan tereleminasi malam ini. Anjani terlalu hebat untuk dikeluarkan secepat itu.
Namun, ia yakin malam ini ia akan bermimpi indah karena ia tahu saudarinya itu benar-benar menyayanginya.
ooOoo

Hari demi hari berlalu. Tak terasa jadwal operasi Andani semakin dekat. Gadis itu sudah menginap di rumah sakit. Ia tinggal menunggu waktu yang ditentukan oleh pihak rumah sakit.
Berbagai dukungan mengalir untuknya. Terutama dari sahabat terbaiknya, Ririn. Gadis itu saking khawatirnya bahkan sampai menelepon hingga larut malam. Padahal Andani sudah tidak boleh tidur terlalu malam. Untungnya kejadian itu tidak diketahui orang tuanya.
Andani masih merasa sehat. Ia bahkan masih bisa ditinggal orang tuanya untuk bekerja. Jadwal operasi Andani adalah besok, oleh karena itu ia masih membiarkan orang tuanya bekerja. Saat ini ia sendirian di kamar inapnya. Tak ada yang menemaninya. Ia hanya berduaan saja dengan ponsel kesayangannya.
Pintu terdengar dibuka. Andani beramsumsi itu adalah suster yang melakukan tugas rutin. Mungkin suster itu akan menegurnya karena berbaring miring, tapi masa bodoh pikir Andani. Berbaring telentang membuat lehernya pegal.
“ An…”
Bukan suster, lalu siapa? Sepertinya teman-teman terlalu cepat menjenguk’, batin Andani. Ia pun membalik tubuhnya. Seketika itu juga ia napasnya tertahan. Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat.
“ Jane…?”

Author's Note:
Maaf telat posting. Authornya tepar semalam ^^ 

please comment and share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar