Total Tayangan Halaman

Sabtu, 23 Juli 2016

LOVE MUSICAL Extraordinary (Musikal 59)



Musikal 59


“ Baiklah, setelah dari sini kalian harus segera pulang ke rumah. Jangan keluyuran lagi! Selamat pagi.”
Pukul sepuluh Tifa membubarkan pasukannya. Beberapa orang tua dari anggota terlihat sudah menunggu kepulangan mereka, tetapi ada juga yang pulang dnegan kendaran masing-masing. Namun, yang membuat Tifa was-was adalah Priyanka. Ia terlihat dijemput oleh laki-laki yang pernah bermasalah dengannya sewaktu di pantai. Sayangnya, kali ini Tifa tak bisa berbuat apa-apa. Jam latihan sudah selesai, baik Priyanka atau pun yang lainnya sudah bukan tanggung jawabnya lagi.
“ Tante, lihatin apa sih?” tegur Adrian.
Tifa mendesah berat, “ Kamu lihat gadis yang dibonceng motor cross itu? Aku mencemaskannya.”
“ Itu Priyanka’kan? Memangnya kenapa dengan dia?”
“ Pengemudinya itu adalah pemuda yang bermasalah dengan kita di pantai waktu itu.”
Adrian tersentak, “ Wah, gawat! Terus kita harus gimana? Apa kita harus larang dia, Tante? Atau kita buntuti saja dia?”
“ Gak, Adrian. Situasinya berbeda dengan waktu itu,” Tifa menggeleng resah. “ Saat ini Priyanka sudah bukan tanggung jawab kita lagi. Dia bebas mau pergi dengan siapa saja. Justru kalau kita mencegahnya, kitalah yang mendapat masalah.”
“ Ini sih benar-benar gawat, Tan. Semoga dia baik-baik saja dan benar-benar diantar pulang.”
Tifa kembali mendesah berat, “ Semoga.”
ooOoo

“ Kenapa harus hari ini coba? Aku capek banget, mau pulang terus tidur.”
Wenda mengomeli kedua sahabatnya, Ben dan Kemal. Sebenarnya ia bukan kesal pada kedua lelaki itu, tapi pada teman-temannya dari komunitas modern dance yang ia ikuti. Teman-temannya itu mengajak gathering di saat Wenda merasa sangat lelah akibat latihan semalam.
“ Mau gimana lagi, Wen. Abisnya mereka cuma punya waktu hari ini aja. Lagian juga kita susah mau kumpul di hari lain,” ujar Ben. “ Love Musical terlalu menguras waktu dan tenaga kita.”
“ Iya, Wen. Lagian kita juga udah lama gak ketemu mereka. Aku kangen sama Lana dan Diana, kira-kira mereka tambah seksi gak ya?” timpal Kemal.
“ Kamu tuh, cuma mikirin cewek lain melulu. Cewek yang di sini gak dipikirin apa?” Wenda meninju bahu Kemal, tapi laki-laki itu hanya tertawa. “ Ya udah deh, aku telepon Mamaku dulu. Kalau gak boleh aku gak ikut ya.”
Di luar dugaan, respon sang mama justru positif. Padahal sebenarnya Wenda berharap agar sang mama melarangnya, agar ia punya alasan untuk berselancar di pulau kapuk. Kalau sudah begini, mau tak mau ia harus ikut gathering itu.
“ Nah kan, kamu memang ditakdirkan untuk ikut,” ujar Kemal yang disahut tawa Ben. “ Come on, Babe.”
Wenda mendesah berat. Berada di antara dua serigala ini memang menyebalkan. Ia berharap agar Anjani cepat pulang.
ooOoo
Bergabung di gathering itu ternyata cukup mengasyikan. Kemal benar, mereka sudah lama tidak bertemu setelah bergabung di LM. Rasa lelah Wenda lenyap seketika, yang ada hanyalah canda tawa selama ia di sana.
Di tengah-tengah keseruan acara itu, mata Wenda tak sengaja menangkap sosok Priyanka masuk ke dalam restoran yang sama dengannya. Priyanka tak sendiri, ia bersama laki-laki yang juga ia kenal, Erick. Di belakang keduanya ada beberapa teman Erick. Semuanya laki-laki, hanya Priyanka yang perempuan di situ.
Wenda diselimuti rasa penasaran yang tinggi. Matanya terus mengawasi Priyanka yang duduk di sudut restoran bersama Erick dan teman-temannya. Tangan Erick melingkar posesif pada bahu gadis itu. Wenda bisa menangkap kegelisahan yang terpancar pada wajah Priyanka.
Wenda masih terus mengawasi. Erick tengah berbicara pada Priyanka. Wajah laki-laki itu terlihat tidak senang dan sepertinya ia memarahi gadis itu. Sayang, restoran saat itu sedang ramai, selain itu, tempat duduk mereka sangat jauh, sehingga Wenda tak dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Erick. Tak lama Erick menarik tangan Priyanka untuk meninggalkan restoran itu.
“ Hei, Wen, mau kemana?”
Kalau saja Ben tak mencegahnya, mungkin Wenda sudah mengikuti nalurinya untuk mengikuti kemana Erick membawa Priyanka. Namun, kalau ia melakukan itu, bisa-bisa ia kena masalah. Ia tentu ingat bagaimana bar-barnya Erick itu.
“ Ah, gak apa-apa. Punggungku cuma gatal.”
“ Mau aku garukin?”
Celotehan Kemal sukses membuat semua teman-temannya tertawa. Sayangnya, tidak berlaku pada Wenda. Di kepala gadis itu hanya ada Priyanka. Ia hanya berharap gadis itu pulang dengan selamat.

please comment and share

2 komentar:

  1. hohoho author , ier baru sadar si tifa umur nya 30an .
    selama ini kirain berapa gitu , sampe bisa keliling vila pake teriak2 nyanyi lagi -__-

    itu si trio ganteng yg main musik , kelihatan nya lezat ya di santap hahahahha *womenHuntingHusband


    masih menunggu rahasia keluarganya si pangeran , dan tragisnya kisah cinta tifa +priyanka disini hahahaha
    *peace*

    BalasHapus