Total Tayangan Halaman

Jumat, 13 Mei 2016

LOVE MUSICAL Extraodinary (Musikal 14)




Musikal 14



“ Eeh, tambah orang?”

Tifa hanya mengangguk menanggapi reaksi Riani. Matanya terlalu fokus untuk membaca lembaran-lembaran kerta yang berserakan di hadapannya.

“ Tapi  apa Hana setuju?” Gloria menimpali.

“ Dia bilang gak masalah. Asalkan gak menambah biaya.”

Kening Riani berkerut, “ Bukannya kamu bilang mau pakai yang profesional? Mana mungkin mereka gak menuntut upah.”

“ Dia koneksiku. Koneksi yang paling kusayang, Kalian gak usah pusing dengan masalah itu dan tinggal terima beres kok. Selain itu aku ada tugas untuk kalian,” jawab Tifa. Senyumnya mengembang, lalu ia menyerahkan selembar kertas pada Gloria dan Riani. “ Nah, tolong selamatkan dua orang ini. Beri mereka latihan intesif. Soalnya setelah kuselidiki mereka mempunyai prospek untuk mendapatkan koneksi yang bagus lainnya.”

“ Menyelediki?” tanya Riani dengan alis terangkat. “ Kamu benar-benar stalker ya sekarang.”

“ Sebenarnya apa rencanamu kali ini, Tif?” ujar Gloria dengan wajah masam.

“ Pokoknya rencana ini supaya kita mendapatkan banyak bantuan dari profesional tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Apa yang kita punya harus kita manfaatkan dengan baik.”

Gloria tertawa sinis, “ Dasar picik.”

Tifa balas tertawa. Ia melihat arlojinya dan segera bergegas.

“ Aku harus menjemput orang ini. Bisa-bisa dia ngambek. Sampai jumpa.”

ooOoo

Sekali lagi Tifa menginjakkan kakinya di Bandar udara internasional Palembang. Kali ini ia datang tidak sebagai tamu, melainkan untuk menjemput seseorang. Ia sudah menyiapkan papan nama dan menunggu di pintu keluar. Baru saja ia akan menuju tempat kedatangan, tiba-tiba ia melihat seorang pria dengan kaus ungu dengan kaca mata hitam yang digantungkan di kerah bajunya. Laki-laki itu seolah tak peduli dengan kedaan sekitar. Telinganya tertutup headset dan matanya terfokus pada layar ponsel.

Tifa tahu persis siapa pria itu, karena pria itulah yang seharusnya ia jemput. Ia pun bergegas untuk menghampiri laki-laki itu.

“ Hai, darling. Maaf ya aku lama.”

Pria itu mendengus kesal. Ia segera melepas headset dan menyimpan ponselnya. Kemudian tangannya terjulur pada Tifa.

“ Kenapa? Mau minta peluk? Kamu kangen ya sama akuuu?” tanya Tifa dengan nada menggoda.

“ Cih, kunci mobil tahu! Aku mau cepat-cepat sampai rumah.”

Giliran Tifa yang mendengus kesal, tapi ia tetap memberikan kunci mobilnya pada laki-laki itu.

“ Issh, dasar laki-laki. Tidak punya kesabaran ekstra.”


please comment and share


 Author's note: 
nyaaah... maaf yah cuma update dua musikal pendek. tolong jangan gebukin author. besok janji update tiga musikal dan author tambahin cogan alias cowok ganteng. well, see you tomorrow....
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar