Total Tayangan Halaman

Sabtu, 21 Mei 2016

LOVE MUSICAL Extraordinary (Musikal 23)



Musikal 23



Andani mengutuki si pemencet bel pintu rumahnya. Padahal ia baru saja mengunci pintu, dan sekarang harus kembali lagi ke ruang tamu untuk membukanya kembali. Sungguh pekerjaan yang merepotkan.

Sejak sang ayah menjabat sebagai ketua RT banyak sekali tamu yang berdatangan. Mulai dari urusan kecil sampai perkara yang menghabiskan waktu semalam suntuk. Inilah kadang yang membuatnya, juga Anjani, risih dengan kehadiran tamu-tamu tersebut. Untuk menyalurkan kekesalannya itu, ia buka pintu rumahnya dengan kasar.

“ Selamat malam. Maaf kami menganggu. Pak RT-nya ada?”

Satu detik… dua… tiga…

“ Ah, maaf, Mbak?”

“ A—AdAdrian Kusuma Nugraha?”

Andani dan tamu itu sama-sama mematung di tempatnya masing-masing. Si tamu seolah sedang mengingat-ingat siapa gadis pemilik rumah ini. sementara Andani sudah sangat yakin dengan ingatannya sendiri mengenai tamunya ini.

Iya benar, saya Adrian Kusuma Nugraha. Mbak tahu saya dari mana? Ahh, apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

Buru-buru Andani menyodorkan tangannya, “ Andani Bramastya. Aku tergabung di tim musik Love Musical.

Laki-laki itu menjentikkan jarinya, “ Ahaa, Love Musical. Salam kenal”, Adrian pun menjabat tangan Andani.

“ Ma—mari silahkan masuk.”

Ternyata Adrian tak sendiri. Di belakangnya mengekor seorang wanita tua yang wajahnya mengingatkan Andani pada seseorang.

“ Eh, dia ibumu?” tanya Andani seraya menyalami wanita tua itu.

“ Bukan, saya neneknya,” jawab wanita itu dengan ramah.

Andani terkesiap, “ Eh, eh, jadi Anda ibunya Miss Tifa?”

Keramahan wanita itu seketika lenyap ketika Andani menyebutkan nama anaknya. Tatapannya berubah menjadi sinis.

“ Menyesal saya harus mengakui kalau fakta itu memang benar.”

Andani kebingungan. Ia menatap wanita itu dan Adrian bergantian. Adrian pun buru-buru memberi kode supaya Andani tidak bertanya lebih jauh lagi.

“ Hmm, jadi ketua RT di sini ayahmu ya?” Adrian langsung mengalihkan pembicaraan. “ Kami ke sini untuk bertemu beliau. Mau laporan, kalau nanti aku akan tinggal di sini sampai beberapa bulan ke depan.”

“ Oh—oh, iiya. Babaiklah, tunggu sebentar.”

Andani segera mengambil jurus seribu langkah. Segera setelah memanggil ayahnya, ia melesat ke lantai dua dan menggedor pintu kamar Anjani.

Kembarannya ini sedang fokus mengerjakan tugas matematikanya. Gedoran pintu kamarnya membuat gadis ini kehilangan konsentrasi. Dengan kesal, ia membuka pintu dan siap-siap menerkam si pengganggu itu.

“ Astaga, An! Gak bisa ketuk pelan-pelan aja apa? Aku lagi buat PR nih!”

Andani memberikan isyarat agar Anjani tidak mengeluarkan emosinya sekarang. Sebelum Anjani kembali meledak, ia langsung menarik tangan Anjani keluar dari kamar, menuruni tangga, dan mengintip ke ruang tamu dan balik dinding.

“ An, ap―”

Tangan Andani telah sigap membekap mulut saudarinya. Telunjuk tangannya yang lain menempel pada mulutnya.

“ Jangan berisik dulu! Sekarang lihat siapa tamu yang datang.”

Meski kesal, tapi Anjani menurut saja. Ia mengintip dari balik tembok. Terlihat ayahnya sedang berbicara dengan dua orang tamunya. Satu orang wanita dan seorang pemuda. Begitu ia amati, ia langsung mengerti kenapa saudarinya itu berbuat aneh.

“ Itu Adrian’kan? Adrian Kusuma Nugraha keponakannya Miss Tifa? Ngapain dia ke sini sama Nenek July?”

“ Eh, kamu kenal sama nenek-nenek itu?” tanya Andani yang dijawab dengan anggukan kembarannya. “ Itu nenek, neneknya Adrian. Ibunya Miss Tifa.”

Anjani kembali terkejut, “ Apa? Maksud kamu Adrian dan Miss Tifa sekarang tetangga kita?”

“ Sepertinya begitu,” Andani merasa ragu. “ Kok kita baru tahu ya, kalau selama ini ada tetangga kita yang ternyata punya hubungan dekat dengan para pesohor negeri?”

“ Entahlah, aku hanya tahu nenek itu dari Mama, tapi Mama gak pernah cerita bagaimana keluarga nenek itu.”

Kedua saudara kembar ini sama-sama menghela napas. Mungkin karena mereka terlahir kembar, tanpa sadar mereka melakukan perbuatan yang sama. Melipat tangan di depan dada dan memikirkan kalimat yang sama.

‘ Besok pagi akan ada berita heboh. Adrian Kusuma Nugraha adalah tetanggaku…’


 please comment and share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar