Total Tayangan Halaman

Senin, 30 Mei 2016

LOVE MUSICAL Extraordinary (Musikal 26)


Musikal 26



Ririn harus mengakui kalau paranoidnya terhadap Kemal memang masih berlebihan. Laki-laki ini hanya mengajaknya ke  mall yang letaknya berseberangan dengan gedung DPRD. Ia dan Kemal menghabiskan makan malam mereka di salah satu kafe yang ada di mall tersebut.

“ Kamu gak capek apa ngajak aku makan malam di sini?”

Kemal tersenyum menanggapi pertanyaan lugu gadis itu, “ Nggak ah, biasa aja kok. Lagi pula siapa yang bisa capek meladeni gadis semanis kamu.”

Untunglah Ririn sudah mulai terbiasa dengan gombalan Kemal. Ia hanya melempar senyuman sinis pada laki-laki itu.

“ Loh, tumben kamu cuma senyam-senyum. Biasanya langsung parno gitu kalau aku gombalin.”

“ Kayaknya aku udah kapalan sama gombalan kamu,” Ririn terkekeh.

Kemal ikut tertawa, “ Oh gitu, baguslah. Jadi aku gak perlu jaga jarak lagi sama kamu, iya’kan?”

Tawa Ririn kembali pecah.

“ Eh, audisinya lima hari lagi’kan? Jadi, gimana perkembangan kamu?”

“ Yaah, aku rasa kamu juga tahu sendiri. Tapi mungkin kalau boleh sombong, aku merasa sudah lebih baik dari pada di awal latihan.”

“ Pastinya, kamu’kan giat berlatih.”

Ririn mengangguk. Mereka pun kembali melanjutkan makan malam.

“ Tapi serius loh, Rin. Aku gombalin kamu selama ini bukan gak ada maksud. Aku benar-benar suka sama kamu.”

Ririn mengurungkan niat untuk menyendokkan nasi. Nada bicara Kemal yang tak biasa itu membuat Ririn penasaran. Apa benar laki-laki sedang menyatakan cintanya?

“ Aku serius dan aku minta kepastian,” ujarnya lagi.
Ririn kehilangan kata-kata. Lucunya, ia sama sekali tidak merasakan debaran aneh ketika Kemal menyatakan perasaannya. Di sisi lain, ada sebuah perasaan yang tidak nyaman melanda hati kecilnya. Ia bingung. Apakah saat ini jatuh cinta atau tidak dengan pria ini.

“ Umm, well, tapi, Kemal, kita ini baru aja saling kenal.”

“ Gak ada masalah buatku. Cinta itu bisa tumbuh seiring dengan berjalannya waktu,” Kemal menatap Ririn tanpa berkedip. “ Dan kalau kamu mau, aku bisa buat kamu jatuh cinta sama aku.”

Ririn berdeham, “ Dan apa aku juga harus buat kamu jatuh cinta padaku?”

Nope, because I have falling in love with you at the first sight.”

Ririn kembali berdeham. Entah kenapa kali ini bulu kuduknya kembali merinding. Kemal terlalu percaya diri, dan hal ini membuatnya sedikit takut.

Lalu apa ia harus menolak Kemal? Ahh, rasanya rugi bandar juga. Kemal terlalu seksi untuk dilewatkan.

Ririn benci ketika hatinya saling berkontradiksi.

“ Hei, kok kamu melamun?” Kemal melambaik-lambaikan tangannya di depan wajah Ririn. “ Jadi, aku diterima atau nggak nih?”

Terdengar hembusan napas yang panjang dari Ririn. Gadis itu terlihat kesulitan menelan air ludahnya sendiri.

“ Hmm, kalau aku punya persyaratan gimana?”

“ Asal kamu gak nyuruh aku buat seribu candi beserta dua sumur dalam satu malam.”

Ririn tersenyum sekenanya, “ Well, emmm… syaratnya adalah audisi nanti. Kalau aku lolos sebagai pemeran utama, aku bakal pacaran sama kamu. Kalau nggak yaaa… yaaaa… berarti kita cuma temenan aja.”

Kemal merasa pernyataan cintanya sedang dipertaruhkan di meja judi. Keningnya berkerut-kerut saat menatap Ririn. Beberapa menit kemudian ia tampak mengangguk-anggukkan kepalanya dan kembali tersenyum.

“ Tapi kamu gak bakal sengaja ngalah’kan?”

Ririn menggeleng cepat, “ Aku sudah berusaha sejauh ini. Masa iya aku mau ngalah.”

Good!” Kemal tersenyum lebih lebar dari biasanya. “ Aku tunggu jawaban kamu lima hari lagi!”


please comment and share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar