Musikal
24
Pagi-pagi
Andani sudah dikerumuni teman-teman sekelas karena kehebohannya. Begitu ia
datang, ia langsung mengumumkan bahwa ia sekarang bertetangga dengan Adrian
Kusuma Nugraha. Kontan saja semua teman-temannya pun ingin mendengar ceritanya
lebih lanjut.
Nama
Adrian Kusuma Nugraha memang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan
para siswi. Selain aktif di dunia teater, ia juga terjun di dunia model, bahkan
belum lama ini wajah Adrian terpampang sebagai cover sebuah majalah. Wajar jika teman-teman Andani menjadi iri
dibuatnya.
“
Waaah, serius, An? Rumahnya nomor berapa?”
Andani
melambaikan telunjuknya seraya tersenyum jumawa, “ Ra-ha-si-a.”
“
Aaargh… Andani peliiit…” teman-temannya pun mulai mengeroyoki Andani.
“
Iiih, jangan-jangan kamu bohong, An,” sahut temannya yang lain.
“
Dia gak bohong kok,” sela Ririn, tapi gadis itu terlihat biasa saja. Tidak
seperti Andani yang begitu antusias. “ Semalam aku ketemu dia. Dia nolong aku
yang hampir saja ketabrak motor. Aku juga awalnya kaget kalau dia ternyata satu
komplek sama aku.”
“
APAAAA?”
“
Ririiin, kamu beruntuuung bangeeet!”
Kumpulan
siswi itu kini pindah dari Andani menuju Ririn. Gadis itu sekarang dihujani
pertanyaan-pertanyaan seputar pria tampan itu. Ririn pun sampai kewalahan
menghadapi serbuan teman-temannya.
Braaak!
Seketika
keributan itu terhenti. Semua perhatian orang tertuju pada sumber suara
tersebut. Bunyi meja yang digebrak itu ternyata berasal dari meja Fi. Semua
orang memandangnya aneh. Fi membalas tatapan mereka dengan tatapan tidak suka,
kemudian pergi meninggalkan kelas.
“
Diaaa… kenapa sih?” tanya seorang siswi.
“
Rasanya kita tidak menyinggung dia. Kita’kan sedang membicarakan Adrian.
Iya’kan, teman-teman?”
Seisi
kelas mengangguk.
“
Atau mungkin dia dan Adrian ada saling berhubungan?”
Spekulasi
terakhir yang dilontarkan salah seorang siswi menjadi tanda tanya bagi semua
orang. Ririn dan Andani hanya bisa bertukar pandang. Kemungkinan itu bisa saja
terjadi. Mengingat kedua orang itu seperti sudah saling mengenal satu sama lain
ketika mereka berada di dalam Love
Musical.
Namun,
berita seperti itu tidak akan pernah disampaikan Andani ataupun Ririn.
ooOoo
Fi
mematikan MP3 playernya tiba-tiba. Ia
sudah tidak bisa berkonsetrasi untuk menari. Pikirannya masih terbayang-bayang
dengan adegan dan suara-suara berisik di kelasnya tadi pagi. Mereka
membicarakan Adrian, itulah yang membuatnya kesal.
Bukan
karena mereka menyukai Adrian. Juga bukan karena Andani dan Ririn bertetangga
dengan Adrian. Bukan, bukan itu. Lantas apa yang ia kesalkan? Hanya karena
sebuah alasan sepele, yaitu Adrian tidak bercerita padanya perihal dimana ia tinggal
ketika di Palembang.
Sepele
memang, tapi bagi Fi itu bisa membuat mood
nya rusak seharian. Ia kesal kenapa ia harus tahu tentang Adrian dari orang
lain. Kenapa Adrian tidak cerita? Sekarang ia hanya bisa memendam kekesalannya
sendiri dan membuat Priyanka terbeng0ng-bengong akibat sikapnya.
“
Kamu kenapa sih? Dari tadi gak fokus, sekarang malah matiin musiknya,” keluh
Priyanka.
Fi
mengeluarkan emosinya dengan berteriak. Tidak kuat tetapi cukup membuat jantung
Priyanka hampir meloncat ke luar.
“
Apa sih teriak-teriak? Bikin kaget tahu!”
Fi
mendesah berat, “ Adrian…”
Kening
Priyanka mengerut, “ Semua ini salah Adrian?”
“
Tidak sepenuhnya salah orang itu, tapi….”
Akhirnya,
Fi duduk bersila di hadapan Priyanka. Ia ceritakan semua yang terjadi di
kelasnya pagi tadi. Lengkap dengan alasannya kenapa ia harus kesal pada Adrian.
Mendengar cerita itu tawa Priyanka pun pecah.
“
Kok kamu ketawa, Ka?”
“
Ya abisnya kamu lucu sih,” ujar Priyanka seraya mencoba menghentikan tawanya. “
Bukannya sudah aku bilang, Adrian itu pangeran, dan banyak orang yang mau
ngerebut hati sang pangeran. Kalau cuma gara-gara masalah begini aja kamu udah
sewot, gimana ke depannya coba?”
Fi
mendecakknya lidahnya, “ Aku gak sewot, Ka. Cuma yaaa… aku gak terima aja
faktanya kalau orang lain lebih tahu tentang Adrian ketimbang aku.”
“
Kamu ini, pacara belum tapi posesifnya udah tingkat dewa,” Priyanka
menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Kalau udah begini sih aku juga gak tahu harus
bilang apa. Well, aku cuma bisa
berdoa semoga hubungan kamu dengan Adrian bisa happy ending.”
Fi
tiba-tiba berdiri, “ Ya, aku gak bakal nyerah. Terserah orang mau bilang apa,
tapi aku gak bakal mundur.”
Priyanka
kembali menggeleng-gelengkan kepalanya, “ Ya, ya, ya terserah. Kalau kamu
memang tidak mau melepas Adrian, sekarang kamu serius latihannya. Jangan kebawa
emosi melulu. Memangnya kamu mau peran ini diambil sama cewek ikal itu?”
“
Kamu benar. Oke, sekarang aku mulai bersemangat lagi!”
Author's Note:
Maaaaf.... lagi-lagi cuma musikal pendek menye-menye :( Janji minggu depan bakalan ada kejutan. See you nest week :) :)
please comment and share
Tidak ada komentar:
Posting Komentar